|
Adalah sebuah pelajaran hidup yang amat berarti, kalau apa yang kita impikan tidak semuanya baik buat kita, dan tidak semuanya terwujud persis seperti yang kita mau, akan tetapi disitulah nikmatnya hidup menjadi diri sendiri. Mungkin ketika kita masih kecil, semua mimpi terlihat manis dan mudah diraih karena dukungan keluarga kita. Namun seiring waktu berjalan dan memasuki fase usia dewasa, akan tampak wajah asli keluarga dan orang terdekat kita, yang ternyata tak semuanya mendukung, malah ada yang menghalangi perjalanan menuju mimpi kita. Ya, memang miris, tapi itulah realitas hidup di umur dewasa, yang di satu sisi membuat kita menjadi lebih kuat dan mandiri sebagai manusia. Biarlah berjuag sendiri, tapi setidaknya jangan menjadi beban hidup keluarga atau memiliki hutang-piutang kepada saudara sendiri. Menang tanpa menyoraki orang lain, menerima tapi bukan berarti pasrah menyerah. Berdiri di atas kaki sendiri, menolong khlas tanpa hasrat menjadi pahlawan, melaju di jalur menuju garis finish yang kuyakini, dan kutahu yang kumau untuk kemudian aku terus berusaha mencapainya. Iya, menjadi dewasa memang rumit, tidak seperti yang dibayangkan pada saat masa kecil kita : Semua yang kita imajinasikan di masa kecil akan berjalan dengan lancar dan berhasil. Namun kenyataannya, ada banyak hal rumit yang harus kita selesaikan dan lalui untuk mencapai tujuan yang kita mau, atau malah kita tidak mendapatkan mimpi masa kecil kita itu sama sekali. Akan tetapi, kehidupan dewasa juga memberikan kebahagiaan yang tidak pernah terimajinasikan dalam masa kecil kita : Pertemanan dengan orang tak terduga, pertemuan dengan orang yang paling memahami dan menerima diri kita, eksplorasi ke tempat tujuan baru, menemukan kampung halaman baru, Cerita perjalanan hidup ini, masih belum selesai. Categories
0 Comments
Leave a Reply. |
Aditya RenaldiKolom tempat saya bercerita, mendongeng, berbagi. Tempat kita saling mengenal dan berkomunikasi. Archives
November 2025
Categories |