|
Senioritas, adalah suatu "kekuatan" yang dimiliki seseorang yang sudah lama eksis di suatu tempat atau dirinya sudah lebih berumur daripada orang - orang di sekitarnya, terkadang senioritas juga menjadi "bentuk" lain dari tingginya jabatan yang dimiliki seseorang terhadap orang-orang di sekitarnya dalam suatu organisasi. Tidaklah buruk konsep senioritas, karena ia eksis dimanapun organisasi dan perusahaan berjalan, tapi bagaimana jika senioritas menjadi suatu kebenaran absolut untuk sebagian orang yang merasa dirinya sudah nyaman dan berkuasa di suatu organisasi? Alkisah di beberapa institusi dan organisasi, ada satu "pakem tidak tertulis" yang dianut yaitu "Pasal Pertama, senior selalu benar dan junior selalu salah. Pasal Kedua, apabila senior salah maka kembali kepada pasal pertama." Apabila senioritas itu muncul di dalam keluarga, wajar jika diterapkan oleh Orangtua kepada anaknya untuk mendidik anaknya tumbuh menjadi manusia dewasa yang baik dan bermanfaat untuk masyarakat kelak, namun jika anak tersebut sudah menjadi dewasa dan ia masih mendapat perlakuan seperti masih anak kecil oleh Orangtuanya, mungkin rasa kecewalah yang akan muncul pada hati anak itu. Senioritas dalam wilayah apapun tidak salah dan tidak sepenuhnya benar, namun ketika senioritas menjadi kebenaran mutlak yang harus dipatuhi tanpa bertanya, apakah itu benar? Categories
0 Comments
Kalau tidak ada masa lalu yang rumit, tidak akan muncul alasan yang membuat seseorang bertekad mengubah jalan hidupnya sendiri. Kalau tidak ada pengkhianatan dari teman sendiri, manusia tidak akan menemukan alasan untuk bangkit dan percaya pada dirinya sendiri. Kalau tidak pernah merasakan jatuh hingga ke titik terendah, manusia tidak akan tahu betapa berharganya saat - saat dia masih berada di titik tertinggi yang pernah ia raih sebelumnya dulu. Kalau tidak ada masa depan, maka manusiapun tidak akan mencoba berubah dari keadaan hari ini. Kalau tidak pernah mencoba sesuatu yang kita takuti, maka kita tidak akan terbebas dari rasa takut itu. Kalau tidak mau menurunkan egoisme sedikit saja, mungkin tidak akan ada resolusi perdamaian terhadap musuh kita sendiri. Kalau selalu meninggikan hati diatas orang lain, mungkin saja suatu saat kamu akan tahu betapa tidak enaknya direndahkan orang lain. Kalau tidak tahu betapa berartinya sepiring makanan yang ada di meja makan kita saat ini, mungkin kita akan dipaksa untuk mengerti saat kita merasakan kelaparan. Kalau tidak pernah merasakan tidak enaknya berada di bawah orang lain, mungkin kita tidak pernah belajar lebih bijaksana pada saat posisi kita sudah membawahi orang lain. Dan kalau - kalau lainnya. Kalau saja. SELESAI. Categories |
Aditya RenaldiKolom tempat saya bercerita, mendongeng, berbagi. Tempat kita saling mengenal dan berkomunikasi. Archives
May 2026
Categories |